Kanker Paru Non Sel Kecil (Tahap 2) – Gejala, Diagnosis, Tahapan dan Pengobatan

Kanker Paru Non Sel Kecil (Tahap 2) – Gejala, Diagnosis, Tahapan dan Pengobatan

Gejala

Stadium 2 kanker paru-paru sel non-kecil (NSCLC) dapat hadir pada penderitanya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya ditemukan. Gejala umum penyakit ini adalah batuk terus-menerus (batuk perokok), hemoptisis (batuk darah [origin from the lungs or bronchial tubes]), sesak napas, mengi, sakit punggung, nyeri dada, dan bronkitis berulang atau pneumonia.

Gejala lain seperti penurunan berat badan dan kelelahan kurang umum pada tahap awal ini, dan lebih mungkin untuk menunjukkan pada tahap selanjutnya sebagai tumor telah menyebar (menyebar) di luar paru-paru.

Diagnosa

Tahap 2 NSCLC berarti bahwa tumor tidak lagi terlokalisasi hanya di dalam paru-paru, tetapi itu telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.

Tahapan

– 1 Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.

– 1A (tumor berdiameter 3 cm atau kurang tetapi telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya).

– 1B (tumor berdiameter lebih dari 3 cm, telah menyebar ke nodus nimfa di dekatnya, dan berada di lokasi dekat bronkus, atau lapisan paru-paru).

Tahap-tahap ini juga dapat dijelaskan dengan sistem yang disebut TNM (T = ukuran tumor, N = node, dan M = metastasis [spread of cancer]). Contoh:

– 1A (T1N0M0) Berarti bahwa tumor kurang dari 3 cm (T1), dengan menyebar ke node (N1), dan tidak ada metastasis (M0).

– 1B (T2N1M0) Berarti bahwa tumor lebih besar dari 3 cm (T2), dengan menyebar ke nodus (N1), dan tidak ada metastasis (M0).

– 1B (T3N0M0) Arti bahwa tumor lebih besar dari 3 cm (T3), tanpa nodus (N0), dan tidak ada metastasis (M0), tetapi telah menyebar ke daerah terdekat seperti dinding dada, atau diafragma.

Pengobatan

Pembedahan biasanya dianggap sebagai pilihan utama untuk pengobatan kanker paru stadium 2, di mana pengangkatan tumor dapat dilakukan melalui beberapa teknik yang berbeda tergantung pada tepat di mana tumor berada. Kemoterapi adjuvan (kemoterapi yang digunakan setelah operasi untuk mematikan sel kanker yang tersisa) biasanya direkomendasikan oleh dokter pada tahap ini.

Jika kanker paru tidak dapat dioperasi (tumor berada dalam posisi yang sulit untuk didapatkan, atau pasien tidak dapat menjalani operasi tradisional karena masalah kesehatan umum), maka terapi radiasi dapat dipertimbangkan. Terapi radiasi dianggap oleh banyak dokter sebagai kurang intrusif pada pasien daripada operasi tradisional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *